 |
Pengunjung Online : 3
Anda pengunjung ke 531.273 Sejak 12 Rabi'ul Awal 1429 ( 20 Maret 2008 )
|
Jum'ah, 26 Rabi'ul Awal 1431 (Jumat, 12 Maret 2010)
Opini
 | 30 November 2009 14:49 Oleh : Ahmad Salehudin Raja Ali Haji (RAH) selama ini hanya dikenal sebagai salah seorang sastrawan dan ahli bahasa Melayu nomor wahid, dengan Gurindam Duabelas sebagai karya terbesarnya. Dalam konteks keindonesiaan, RAH memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap keberadaan bahasa nasional Indonesia. Cikal bakal bahasa Nasional Indonesia adalah bahasa Melayu yang “dirawat” oleh RAH. Atas jasanya tersebut, pemerintah ... detail... » |
 | 9 November 2009 14:25 Oleh: Anton. Rina tertegun saat melihat foto Masjid Penyengat. Tidak ketinggalan juga foto saat perang.”Lihat, foto ini indah sekali,” ujar Rina kepada temannya Hari kedua festival, ada empat stand masjid yang buka. Sedangkan sisanya memajang makanan produk masing-masing provinsi. Festival ini memang menyajikan masjid-masjid dan keraton bersejarah dari beberapa provinsi. Secara historis, masjid memang tidak terpisahkan dengan ... detail... » |
 | 9 November 2009 14:22 Oleh: Anton. Mushaf Alquran yang dipamerkan stand Provinsi Jawa Timur itu memang mengundang perhatian. Meski telah berusia 600 tahun, namun kondisinya masih bagus. Tintanya masih terlihat hitam, bahkan warna emas yang menandai setiap penggalan ayat masih terlihat terang. Roni, seorang pengunjung yang datang bersama anggota keluarganya telihat serius dalam memperhatikan salah satu peninggalan sejarah tersebut. Pria asal ... detail... » |
 | 9 November 2009 14:18 Oleh: Anton. Sejak dibuka tiga hari lalu, stand Maluku Utara memang cukup menjadi idola. Pengunjungpun hilir mudik bergantian untuk mencari tahu sejarah masjid tertua di Ternate ini. “Pengunjung datang silih berganti dari hari pertama hingga hari ini dan semuanya tertarik melihat masjid tertua Ternate beserta sejarahnya da n kitapun menyediakan buku panduan mengenai objek wisata yang ada di Maluku Utara ini untuk dibawa ... detail... » |
 | 31 Agustus 2009 10:50 Oleh: Nandy Pinta Lambannya Pemko Tanjungpinang dalam menangani penyelamatan situs di Hulu Riau membuat pengurus Dewan Peduli Penyelamatan Sejarah Hulu Riau gerah. Apalagi terungkap adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan pemerintah dalam pembebasan lahan di situs Istana Kotalama. Selain itu ditenggarai oknum Dinas Budaya dan Pariwisata, bagian Pemerintahan Kota Tanjungpinang serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) ... detail... » |
 | 29 Agustus 2009 10:43 Oleh: Nandy PintaHancurnya situs-situs sejarah di kawasan Istana Kotalama atau sering disebut Kota Rebah, Adalah bukti carut-marutnya pemetaan wilayah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tanjungpinang, ketika menerbitkan bukti-bukti kepemilikan tanah. Di sisi lain, komitmen pihak Dinas Pariwisata untuk fokus pada upaya pelestarian peninggalan kerajaan Melayu Riau di Kotalama tersebut, juga masih setengah hati. ... detail... » |
|
 |