Warning: Creating default object from empty value in /home/rajaali/public_html/_config/class.application.php on line 55

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/rajaali/public_html/inc/class.customSite.php on line 446

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/rajaali/public_html/inc/class.customSite.php on line 502
Gurindam Dua Belas, Nilai Tambah Budi Pekerti
Versi Indonesia
English version
Pengunjung Online : 82
Hari ini :675
Kemarin :1.048
Minggu kemarin:6.768
Bulan kemarin:28.953

Anda pengunjung ke 2.441.438
Sejak 11 Rabi'ul Awal 1429
( 19 Maret 2008 )


Pengunjung Baru ?
   |   


www.melayuonline.com www.wisatamelayu.com www.rajaalihaji.com www.tengkuamirhamzah.com www.ceritarakyatnusantara.com www.adicita.com www.maharatu.com www.jogjatrip.com www.kerajaannusantara.com www.infokorupsi.com www.indonesiawonder.com
Ahad, 09 Jumadil Awal 1436 (Sabtu, 28 Februari 2015)
13 Februari 2008 06:19
Gurindam Dua Belas, Nilai Tambah Budi Pekerti
Gurindam Dua Belas, Nilai Tambah Budi Pekerti

Tanjungpinang- Belasan sekolah dari tingkat SD – SMA di Tanjungpinang menerima rekaman Compact Disk (CD), berisi rekaman pembacaan Gurindam Dua Belas yang benar. Setiap sekolah mendapatkan 10 CD, dan tidak dipungut bayaran apapun alias gratis. Syair Gurindam Dua Belas karya pahlawan nasional, Raja Ali Haji ini dibacakan oleh Raja Abdurrahman Djantan bekerjasama dengan Gurindam Centre.

”Jumlah CD yang akan kita bagikan sekitar 500 keping, dan sekitar 200-an keping yang sudah dibagikan ke sekolah-sekolah. Kalau ada yang belum dapat, segera beri tahu kami di Gurindam Centre,” kata Syafril Sembiring, dan Abang Ibrahim.

Menanggapi pertanyaan kenapa dibagikan gratis, sedangkan biaya pembuatannya mahal, Abang mengatakan, mereka hanya ingin berbuat untuk daerah ini. Niat ini tidak sekedar kata-kata, tetapi mereka wujudkan langsung dalam aksi nyata. Tujuannya, agar Tanjungpinang yang bergelar Kota Gurindam benar-benar dimengerti oleh generasi muda. Apa sebetulnya yang bernama Gurindam itu.

Menurut Syafril, kegiatan yang mereka lakukan tidak hanya sekadar untuk mengangkat kekayaan khazanah budaya Melayu saja. Mereka berharap, nilai-nilai positif yang terkandung dalam syair Gurindam Dua Belas dapat dipahami, dan diapresiasikan dalam kehidupan sehari-hari.  “Kalau di sekolah-sekolah, kita berharap ini menjadi tambahan pelajaran muatan lokal, khususnya untuk pelajaran budi pekerti yang sepertinya belum ada,” ujar Syafril.

Sumber : Batam Pos


Sila Tulis Komentar Anda Disini !

Dibaca 3.740 kali
Berita terkait